Thursday, October 29, 2009
Implementasi Cause Marketing di Pertamina
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb
Untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat akan global warming PERTAMINA melakukan kegiatan cause marketing yang juga sejalan misi produk dan misi sosial perusahaan. Beberapa kegiatan Cause marketing Pertamina adalah acara GreenFest 18 April 2008 di Parkir Timur Senayan Jakarta. Acara ini ditujukan meningkatkan awareness dan concern terhadap kelestarian lingkungan hidup dan mengatasi dampak global warming dengan bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki visi yang sejalan dalam bidang lingkungan, Pameran Green Festival yang dihadiri oleh lebih dari 20.000 pengunjung pada bulan April 2008 sebagai bentuk kepedulian Pertamina atas terjadinya pemanasan global saat ini.
Gerakan peduli lingkungan dengan menanam ratusan pohon. Dengan dilaksanakannya kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat menambah keasrian, keteduhan dan daya tarik wilayah Jakarta Utara serta area operasi Pertamina. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan kebijakan pemerintah bahwa Pertamina dalam menjalankan usahanya tetap diharuskan menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan di samping mengutamakan keuntungan sebagaimana layaknya sebuah perusahaan. Penanaman pohon tersebut dimaksudkan sebagai wujud nyata kepedulian Pertamina terhadap kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi.
Selain itu Pertamina mengupayakan udara surabaya bersih. Dalam program ini Pertamina mensponsori Rally Panther Laga Wisata . Dalam kesempatan tersebut Pertamina ingin menunjukkan kepada masyarakat, khususnya di Surabaya, bahwa Pertamina DEX sudah ada di kota mereka. Pertamina DEX merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan dan spesifikasinya sudah memenuhi standar Euro II sehingga dapat memberikan performa mesin yang luar biasa. Surabaya merupakan salah satu kota yang padat lalulintasnya, berharap dengan kehadiran Pertamina DEX dapat menjadikan udara di Surabaya lebih bersih.
Kegiatan-kegiatan cause promotion yang dilakukan oleh Pertamina sudah sesuai dengan teori cause marketing yang dijelaskan oleh Kotler dan Nancy, yaitu Pertamina menyediakan dana untuk sponsorship kegiatan GreenFest dan Rally Panther laga wisata, kesukarelawan karyawan dalam menanam pohon di daerah sekitar perusahaan. Kegiatan-kegiatan cause marketing yang dijalankan Pertamina bisa dibilang sukses, hal ini dapat dibuktikan dengan 20.000 pengunjung yang menghadiri acara GreenFest.
Kegiatan cause marketing yang dilakukan Pertamina juga sesuai dengan core business mereka karena Pertamina yang bergerak di bidang eksplorasi dan penghasil produk olahan minyak dan gas bumi memberikan kontribusi positif kepada global warming, dengan cause marketing yang dilakukannya diharapkan akan memperkuat image Pertamina sehingga masyarakat Indonesia akan lebih memilih menggunakan produk Pertamina dibandingkan produk-produk yang dipasarkan oleh korporasi asing.
PT. Pertamina sudah melaksanaan Tanggung jawab Sosial Perusahaan (CSR) untuk para stakeholder. Laporan pelaksanaan CSR dapat diketahui oleh masyarakan secara mudah dari website yang disediakan oleh Pertamina.
Pertamina harus terus memberiksan informasi agar kepedulian masyarakat meningkat, baik melalui berbagai kegaiatan yang melibatkan masyarakat, menyediakan brosur disetiap SPBU tentang spesifikasi produk yang ramah lingkungan, menjadi sponsor berbagai kegiatan yang bertema kepedulian terhadap lingkungan dan sebagainya.
Penyebaran informasi melalui berbagai media perlu dilakukan untuk menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah ;
- Dampak global warming
- Masyarakat harus peduli terhadap lingkungan
- Pertamina menghasilkan produk ramah lingkungan
- Pertamina melakukakan kiatan pelestarian lingkungan
Dengan masuknya perusahaan asing, yang saat ini menjadi pesaing Pertamina yaitu Shell dan Petronas, maka Pertamina harus melakukan kegiatan marketing yang lebih intensif. Kemajuan teknologi dan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang produk yang berkualitas harus diimbangi dengan kesiapan Pertamina yaitu menyampaikan informasi bahwa produk yang dihasilkan tidak kalah dengan produk asing, bahwa produk yang dihasilkan merupakan hasil dari suatu research dari lembaga yang berkompeten dan produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar internasional.
Kelebihan Pertamina sebagai perusahaan milik negara dapat menjadi salah satu alat promosi bahwa keuntungan perusahaan akan berdampak positif untuk kemajuan bangsa sehingga secara tidak langsung dapat mengajak masyarakat mencitai produk dalam negeri.
Program selain cause marketing yang bermanfaat bagi Pertamina dalam jangka panjang adalah social marketing. Tujuan social marketing Pertamina seharusnya dapat mengubah perilaku masyarakat sehingga mengurangi kegiatan-kegiatan yang berkontribusi positif terhadap global warming.
Cause Marketing
Cause promotion dibedakan dari corporate social initiatives karena lebih menekankan kepada strategi promosional.
•Cause promotion berbeda dengan cause-related marketing karena kontribusi dan dukungan yang tidak terikat terhadap penjualan produk spesifik perusahaan.
•Cause promotion berbeda dengan social marketing karena fokusnya tidak pada mempengaruhi perubahan perilaku individu, walaupun cause promotion campaigns harus mendatangkan aksi, umumnya pada area kontribusi, seperti mendonasikan uang atau waktu atau menandatangani petisi.
•Cause promotion berbeda dengan philanthrophy dalam melibatkan perusahaan lebih dari hanya sekedar menulis cek, sebagai kampanye promosional akan lebih sering membutuhkan keterlibatan dalam pengembangan dan distribusi materi kampanye dan partisipasi aktivitas hubungan masyarakat, dan akan termasuk visibility untuk sponsorship korporasi.
•Walaupaun sebuah cause promotion mungkin termasuk sukarelawan dari karyawan, cause promotion lebih dari sekedar hal tersebut untuk berpartisipasi dalam pengembangan dan implementasi materi promosional.
•Cause promotion berbeda dari praktek bisnis yang bertanggung jawab sosial karena fokus utamanya pada komunikasi eksternal, kebalikan dari operasi internal, dan target audiences untuk promosi utamanya diluar organisasi.
Cause Promotion telah menjadi bentuk umum dari pemberian bantuan korporasi, beserta philanthrophy dan employee volunteerism. Cause promotion melibatkan segala hal dari menaruh logo perusahaan di event spesial dan mengiklankan sebuah cause sampai memberikan tempat dalam toko untuk promosi material.
TIPE CAUSE PROMOTION
Cause promotion umumnya fokus pada komunikasi objektive. Di bawah ini beberapa tipe Cause Promotion :
1.Membangun kesadaran dan perhatian tentang suatu cause dengan menyajikan fakta dan statistik, seperti mempublikasikan jumlah anak-anak yang tidur dengan kelaparan setiap malam .
2.Mengajak masyarakat untuk mencari tahu lebih banyak akan sebuah cause dengan melihat web site khusus dan memberikan brosur yang berisi informasi yang diperlukan.
3.Mengajak masyarakat dengan memberikan waktu untuk memberikan pertolongan yang dibutuhkan.
4.Mengajak masyarakat untuk memberikan donasi yang dapat memberikan manfaat.
5.Mengajak masyarakat untuk mendonasikan barang-barang selain uang.
6.Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan, seperti mendatangi pertunjukan seni yang menampilkan fotografer profesional minoriitas.
Alaminya aktivitas cause promotion menggunakan prinsip komunikasi, yaitu menggunakan publisitas, materi cetak, acara khusus, web site, dan iklan yang menampilkan logo dan pesan utama perusahaan dan segala hal yang merepresentasikan cause. Sebagai tambahan yang termasuk ke dalam kampanye cause promotion adalah pelibatan karyawan dan pesan dalam label produk.
Potential Corporate Benefit
Seringkali perusahaan bekerja sama dengan pihak lain yang mempunyai misi yang sama dan dapat saling memberikan manfaat seperti media partner, professional association dan kelompok lain yang mempunyai kepentingan yang sama dan pada umumnya hal ini dilakukan melalui promosi yang berhubungan dengan pemasaran.
Manfaat yang dapat di capai dari kerja sama tersebut adalah sebagai berikut :
•Dapat memperkuat brand positioning.
•Membangun traffic dan customer loyalty.
•Menjadikan brand tersebut lebih dipilih target pasar.
•Menyediakan kenyamanan untuk pelanggan dalam memberikan kontribusi dan berpartisipasi dalam sebuah cause.
•Menciptakan kesempatan bagi karyawan untuk terlibat dalam sesuatu yang mereka perhatikan.
•Menciptakan Partnership.
•Memperkuat image perusahaan.
Potential Concern
Beberapa hal yang memerlukan perhatian dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen dalam menetapkan program promosi, yaitu; adanya kemungkinan kerugian yang akan dihadapi oleh perusahaan., media atau alat promosi tidak bermanfaat dalam jangka panjang, sulitnya menentukan jalur investasi secara total dan pengembalian yang akan didapatkan dalam promosi, adanya kemungkinan kelebihan pemesanan untuk berkontribusi dari organisasi lain yang berhubungan dengan cause, tidak hanya melakukan pemeriksaan secara tertulis tetapi juga membutuhkan waktu dan keterlibatan yang lebih banyak, seringkali promosi tersebut mudah untuk di replikasi, berpontesial untuk kehilangan keuntungan kompetitif yang diinginkan. Oleh karen itu, perlu menyeleksi isu yang diminati oleh konsumen dan relevan dengan jenis industri dan bisnis perusahaan, memilih inisiatif atau ide sesuai dengan misi perusahaan dan bisnis sehingga dapat terhindar dari sesuatu yang tidak memberikan manfaat secara umum baik di dalam maupun diluar perusahaan, menetapkan cause yang dapat memotivasi dan dinikmati karyawan dalam penjualan untuk membuat perbedaan nyata dalam isu sosial, menyeleksi isu yang kemungkinan besar menjadi penting, salah satunya yang akan menjadi cukup ”winnable” dan populer dengan media, publik, dan politikus tetapi juga menjadi perdebatan yang kontrovesial, menyeleksi komitmen yang dilakukan dengan setulus hati untuk menghindari solusi jangka pendek, janji yang tidak dapat dipenuhi, dan memastikan untuk tidak terlihat hanya sebagai marketing exercise, melaksanakan komitmen dan kebijakan perusahaan, membangun campaign goals dengan hasil nyata yang merupakan pelaksanaan dari solusi jangka panjang, dimana salah satunya memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan dan masyarakat serta dapat memastikan stakeholder utama yang terlibat inisiatif sosial perusahaan.
Kunci dan rekomendasi untuk berhasil dalam melakukan promosi adalah penyeleksian isu yang dilakukan secara hati-hati serta dapat bertalian dengan produk dan value perusahaan selain itu juga didukung dengan komitmen jangka panjang perusahaan untuk peduli terhadap konsumen dan target pasar, memotivasi karyawan dan mempunyai kesempatan untuk mempublikasi di media. Ketika menyusun rencana promosi, hati-hati terhadap pengaruh campaign terhadap produk, menjalin hubungan kerja sama dengan pihak lain, menggabungkan dan memastikan visibility brand dan menghitung arah yang dituju guna mengukur dan menelusuri hasil yang telah dicapai.
Langkah Strategi Promosi
Ada beberapa langkah dasar strategis yang dapat mempermudah dalam menentapkan program promosi :
•Memilih isu yang penting untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen dan masyarakat luas.
•Memilih isu yang sesuai dan konsiten dengan credo perusahaan.
•Membangun hubungan dengan pihak lain untuk mendukung program promosi.
•Menggunakan bantuan multimedia promosi seperti web site, media cetak dan kegiatan-kegiatan promosi lainnya.
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam menentukan inistiatif cause promotion perusahaan yaitu ;
•Kapan perusahaan dapat dengan mudah memasuki target pasar.
•Kapan ”the cause ” dapat terhubungkan dan sustained dengan produk perusahaan.
•Kesempatan secara exists untuk berkontribusi dalam pemanfaatan berbagai macam pelayanan.
•Kapan karyawan dapat terlibat untuk mendukung the cause dan menyenangkan karyawan tersebut.
•Kapan sebuah perusahaan dapat menarik diri untuk membatasi keterlibatan dan komitmen untuk menanam kesadaran dan perhatian tentang sebuah isu.
•Kapan perusahaan berkesempatan untuk co-branding untuk menjadi yang utama dalam beberapa sponsor yang ada.
Langkah dalam membangun rencana promosi dimulai dengan menetapkan pihak lain untuk bekerja sama lalu bekerja sama dengan pihak tersebut, mengidentifikasi target dan mengembangkan pesan utama yang sudah ditentukan sebelumnya, menentukan elemen-elemen campaign, hubungan media, evaluasi rencana, anggaran dan implemntasi rencana.
Tuesday, May 5, 2009
Material Flow Cost Accounting -- One Day Seminar
Trisakti akan mengadakan seminar Material Flow Cost Accounting, untuk detail silahkan lihat brosur di samping.
Thursday, August 21, 2008
Internasional Seminar CSR
CECT Usakti akan mengadakan International Seminar CSR.
Keterangan lebih lanjut lihat poster di samping
Wednesday, August 20, 2008
CSR 5 Perusahaan Jasa
Definisi CSR menurut The Word Business Council for Sustainable Development (WBSCD) adalah komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dan karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas local dan masyarakat secara lebih luas.
Ada 3 model orientasi organisasi yang berkembang saat ini
1. Internal Oriented
Organisasi yang orientasinya lebih ke faktor internal sejatinya organisasi tersebut cenderung memikirkan keuntungan dalam jangka pendek. Organisasi tersebut lebih mementingkan pengembangan internal organisasi yaitu profit dan kepentingan kelompok, setelah kepentingan internal baru organisasi tersebut memikirkan kepentingan eksternal.
2. External Oriented
Organisasi yang orientasinya lebih ke faktor eksternal sejatinya organisasi tersebut cenderung memikirkan keuntungan dalam jangka panjang, biasanya organisasi tersebut mempunyai modal yang besar karena break event point akan terjadi dalam waktu yang cenderung lama. Organisasi ini lebih mementingkan pengembangan eksternal organisasi yaitu masyarakat, lingkungan, kompetitor dan pemerintah, setelah kepentingan eksternal terpenuhi baru diharapkan faktor eksternal akan mempengaruhi internal organisasi ke arah yang lebih baik.
3.Internal dan Eksternal Oriented
Organisasi yang orientasinya ke faktor eksternal dan internal secara seimbang adalah organisasi yang memikirkan jangka pendek dan jangka panjang dalam waktu yang bersamaan.
Menurut penulis organisasi yang ideal adalah organisasi yang yang mempunyai orientasi internal dan eksternal, karena organisasi mempunyai kepentingan yang sama besarnya terhadap individu atau kelompok yang terdapat di dalam organisasi dan faktor-faktor yang berada di luar organisasi.
Salah satu kegiatan yang dilakukan Bakrie Telecom lewat brand Esia adalah dengan cara mengajari pentingnya alat komunikasi sampai membedah ponsel yang digunakan dengan tujuan untuk mengajarkan secara dini mengenai telekomunikasi, sehingga dapat memunculkan kesadaran betapa komunikasi itu sangat penting untuk bisa berkembang yang ditujukan kepada murid SD di 11 kota besar di Indonesia. Penulis melihat Esia sebagai organisasi yang mempunyai orientasi internal dan eksternal karena melakukan kegiatan CSR dan promosi dalam satu aktivitas. Tujuan dari CSR di BNI adalah mencakup hal-hal berikut:
· Mendorong kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan
· Mendorong pelaksanaan bisnis yang bersih dan bertanggung jawab
· Memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas pada umumnya dan lingkungan sekitar di mana bisnis dilaksanakan pada khususnya
· Membangun simpati masyarakat kepada perusahaan yang dapat menunjang terbentuknya citra positif perusahaan di mata publik
· Meningkatkan nilai perusahaan melalui pembentukan reputasi yang baik
· Meningkatkan pemahaman publik terhadap BNI melalui informasi yang disalurkan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
Apabila dilihat sekilas dari tujuan CSR BNI maka penulis melihat BNI juga mempunyai orientasi internal dan eksternal karena menginginkan terpenuhinya orientasi internal dan eksternal dalam waktu yang bersamaan.
CSR Indosat lewat program Indonesia Belajar, Indonesia Sehat, Berbagi Bersama Indosat, Indosat Peduli, Implementasi Energi Alternatif juga dilihat penulis sebagai organisasi yang mempunyai orientasi internal dan eksternal.
XL telah mengimplementasikan program tanggung jawab sosial korporasi yang dikenal dengan nama XL Care. XL Care juga mengagendakan dukungan pada program-program pembangunan untuk masyarakat (Community Development), termasuk di dalamnya adalah bantuan kemanusiaan (disaster relief). CSR yang dilakukan XL juga penulis lihat sebagai organisasi yang menginginkan terpenuhinya kepentingan internal dan eksternal.
CSR Niaga lewat kegiatan philanthropi dan dukungan dalam pendidikan dilihat penulis sebagai organisasi yang orientasinya sama dengan keempat organisasi sebelumnya yaitu organisasi yang menginginkan terpenuhinya orientasi internal dan eksternal.
Menurut penulis kelima organisasi di atas yaitu Bakrie Telecom, BNI, Indosat, XL dan Niaga mempunyai model orientasi yang sama yaitu orientasi internal dan eksternal yang sama. Orientasi internal dan eksternal adalah hal yang terbaik menurut penulis untuk melakukan CSR. Kelima organisasi ini telah melakukan CSR dengan baik dan benar. CSR bukan sepenuhnya philanthrophy, greenwash atau community development. CSR bersifat internal dan eksternal, sebaiknya setelah CSR internal berjalan dengan baik baru organisasi melakukan CSR eksternal, karena CSR berlaku untuk shareholder, stakeholder, lingkungan, good corporate governance dan philanthrophy.
Penulis melihat kelima organisasi tersebut yaitu Bakrie Telecom, BNI, Indosat, XL dan Niaga telah menerapkan pembelajaran perilaku organisasi yang baik sesuai visi dan misi organisasi mereka. Usulan penulis kepada 5 organisasi di atas adalah lebih banyak melakukan kegiatan CSR yang bersifat Community Development dan Menjaga Lingkungan, karena apabila masyarakat maju maka pendapatan masyarakat akan meningkat dan membuat masyarakat mempunyai daya beli yang lebih tinggi sehingga lebih banyak masyarakat yang akan menggunakan jasa mereka. Penulis hanya sedikit menganjurkan philanthrophy karena hanya akan membuat masyarakat malas dan tidak merangsang daya juang masyarakat (Berilah kail jangan ikan). Dengan pemahaman ini diharapkan organisasi-organisasi tersebut dapat melakukan kegiatan CSR yang lebih baik di masa depan
Tuesday, July 15, 2008
Sejarah & CSR PT Unitex Tbk.
PT Unitex didirikan dalam rangka Undang-Undang penanaman modal asing. PT Unitex menjadi perusahaan Go Public tanggal 12 Mei 1982 dan merupakan perusahaan ke-11 yang memasuki Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 26 Maret 1997 Perseroan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Surabaya (BES) sebanyak 1.584.360 atau 43,20 % dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh.
Sebagai seorang anak dari karyawan perusahaan Unitex otomatis saya sering terekspos dengan sesuatu yang dilakukan perusahaan. Sekarang saya baru sadar sekarang bahwa apa yang dilakukan PT Unitex dalam beroperasi menunjukkan bahwa PT Unitex Tbl. termasuk ke dalam perusahaan yang berorientasi kepada Triple bottom line yaitu Profit, People, dan Planet.
Sejatinya tujuan semua perusahaan adalah untuk eksis selama-lamanya, untuk eksis perusahaan itu harus mendapatkan profit, mendapatkan ijin secara hukum dan sosial. Analisa saya PT Unitex Tbk. yang belokasi di Jl. Raya Tajur No. 1 PO BOX 103 Bogor 16001 telah melakukan segala sesuatunya dengan benar mereka melakukan kegiatan ekonomi yaitu produksi dan marketing untuk mendapatkan laba. Suatu kegiatan produksi pasti menghasilkan limbah, PT Unitex tidak melupakan tanggung jawabnya terhadap kelestarian lingkungan (Planet). Pada tahun 1988 PT Unitex membangun instalasi air limbah (IPAL) di atas tanah seluas 4000 m2. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan IPAL serta penyempurnaannya hingga tahun 1995 adalah sebesar 4 miliar. Dalam perkembangan selanjutnya IPAL terus mengalami perbaikan dan penambahan instalasi sejalan dengan peningkatan produksi. Kapasitas IPAL PT Unitex saat ini mampu mengelola limbah cair sebesar 5000 m3 per hari (maksimum). IPAL PT Unitex telah memberikan hasil yang memuaskan dalam mengelola limbah cair dari hasil produksinya. Hal ini ditunjukan dengan berhasilnya PT Unitex mendapat penghargaan Program Kali Bersih (Prokasih) No. 1 di Indonesia pada tahun 1991 dimana pialanya diserahkan langsung oleh Bapak Presiden Soeharto di Istana Negara. Disamping itu PT Unitex juga telah mendapatkan penghargaan "Sahwali Award" untuk tingkat Asia Pasifik sebagai pengharagaan terhadap pengusaha yang berwawasan lingkungan. Pada saat ini PT Unitex telah mendapatkan Peringkat Hijau pada penilaian Proper Prokasih yang dilakukan oleh Bapedal.
Untuk kategori people, PT Unitex selalu mengadakan pendidikan dan pelatihan secara intensif dan berkesinambungan, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri khususnya di Jepang. Sampai dengan bulan Maret 2002 sebanyak 354 karyawan telah mendapat pendidikan dan pelatihan di Jepang, sampai saat ini masih terdapat 45 orang karyawan yang sedang belajar di Jepang. Hubungan antara pimpinan perusahaan dengan serikat pekerja (SPTSK) berjalan dengan kerja sama yang baik. Secara rutin diadakan rapat antara pemimpin perusahaan dengan pengurus serikat pekerja unit kerja PT Unitex. Pada tahuhn 1990, PT Unitex memperoleh penghargaan “Hubungan Industrial Pancasila”, SPSI, “Karyawan Teladan”, dan Perusahaan Pembina Tenaga Kerja Wanita Terbaik, masing-masing peringkat pertama untuk wilayah Jawa Barat.
Selain itu perusahaan tidak lupa terhadap kesejahteraan karyawan. Fasilitas kesejahteraan yang diberikan kepada karyawan antara lain pakaian seragam, makan di kantin perusahaan, kepesertaan JAMSOSTEK bagi seluruh karyawan, penyediaan klinik dan mobil ambulan serta penggantian pengobatan bagi karyawan dan keluarganya, koperasi karyawan yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dan bidang usaha lainnya, fasilitas Barber Shop khusus bagi karyawan, sarana olahraga, gedung untuk SP, antar jemput dengan bus karyawan, perumahan yang dikelola oleh koperasi karyawan, piknik tahunan, bonus tahunan dan THR, pesta keluarga besar PT Unitex setiap tanggal 17 Agustus yang diikuti oleh seluruh karyawan dan keluarganya, bertepatan dengan hari ulang tahun perusahaan karyawan menerima bingkisan. Di samping itu perusahaan juga memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah bekerja selama 10 tahun dan 20 tahun, penghargaan kepada karyawan pencetus ide-ide yang bermanfaat serta keluarga sehat. Selain hal-hal tersebut di atas, masih ada lagi fasilitas kesejahteraan lainnya yang diberikan kepada karyawan yang semua itu telah diatur dalam Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) antar perusahaan dengan SP unit kerja PT Unitex.
Partisipasi perusahaan terhadap masyarakat antara lain sumbangan air bersih untuk perumahan dan mesjid-mesjid yang ada di sekitar PT Unitex, mengadakan donor darah setiap 3 bulan sekali bekerja sama dengan PMI Bogor, bantuan berupa kain merah putih untuk Istana Bogor menjelang proklamasi 17 Agustus dan memperbaiki lukisan, sumbangan kain kepada keluarga kurang mampu yang disalurkan melalui Kepala Desa dan RT. Sumbangan ini biasanya diberikan terutama Hari Raya Idul Fitri. Di samping hal-hal di atas, pihak perusahaan setiap tahunnya selalu mengadakan kegiatan keagamaan (Hari Besar Islam), yang kegiatannya melibatkan masyarakat sekitar seperti khitanan masal dan sebagainya.
Tuesday, June 10, 2008
Corporate Social Responsibility (CSR)
CSR sendiri sangat luas bahasannya ini terkait dengan stakeholders suatu perusahaan yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Stakeholder diartikan sebagai pihak-pihak yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan. Tidak hanya karena sebuah perusahaan sudah mengembangkan suatu komunitas, perusahaan tersebut sudah melakukan CSR secara penuh. Perusahaan tersebut dapat dikatakan sudah melakukan CSR terhadap salah satu stakeholdernya.
Permasalahan lain adalah masih banyaknya perusahaan atau pengusaha yang melihat kegiatan CSR sebagai Cost Center bukan sebagai profit center atau investasi jangka panjang. Mungkin karena pengusaha melihat program-program CSR tidak ada kaitan langsung antara program CSR dan profit, tetapi apabila ditelaah lebih jauh CSR merupakan salah satu variabel yang dapat meningkatkan citra perusahaan di mata publik yang dapat dijadikan bahan pertimbangan masyarakat dalam memilih suatu produk.