Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Thursday, October 29, 2009

Cita

Cita-cita, harapan, keinginan adalah kata lain dari emosi manusia untuk mengejar sesuatu. Kata-kata tersebut sangat berbeda artinya antara satu manusia dengan manusia lainnya. Saat ini saya berfikir bahwa manusia adalah suatu makhluk yang tidak akan pernah puas, mereka mengejar kesempurnaan keinginan atau bentuk halus dari keserakahan. Sayangnya manusia hidup di alam keterbatasan atau ketidaksempurnaan keinginan. Semua manusia tidak akan menyempurnakan keinginannya. Manusia hidup di dunia pilihan dimana mereka akan mendapatkan sebagian dan kehilangan sebagian. Inilah yang dinamakan hidup dimana kita harus bisa menerima keinginan2 yang tidak kita dapatkan dan bersyukur akan keinginan2 yang kita dapatkan. Sering manusia mengejar impian2 mereka dan mengabaikan apa yang telah mereka punya, akhirnya manusia akan mendapatkan dirinya dalam suatu pengejaran semu.

Friday, March 13, 2009

Kebahagiaan Hakiki

Apa sih yang kita inginkan dalam hidup kita? Harta,takhta dan wanita yang sering disebut orang 3Ta, atau kebahagiaan lahir batin yang merupakan kebahagiaan hakiki. 3 Ta yang biasanya menjadi idaman semua orang belum tentu akan membahagiakan lahir batin, seringnya 3 Ta membuat orang sengsara lahir batin. Karena untuk mendapatkan 3 Ta tersebut orang cenderung untuk menghalalkan segala cara, memang tidak semua orang seperti itu ada juga yang berhasil mendapatkan 3 Ta sesuai dengan rambu-rambu yang ada.

Kebahagiaan lahir batin adalah kebahagiaan hakiki yang dapat dimiliki oleh orang-orang yang memiliki maupun tidak memiliki 3 Ta. Kebahagiaan hakiki tidak memandang apakah dirimu mempunyai harta atau tidak, berwajah rupawan atau tidak, mempunyai kekuasaan atau tidak. Kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan yang dirasakan oleh hati. Hati yang bersih, tidak memandang apakah dirinya dalam kesusahan atau kesenangan selalu ikhlas dan percaya bahwa kesusahan atau kesenangan adalah pemberian Allah SWT dan hanya Allah yang mengerti apa yang terbaik buat kita. Walaupun menurut kita sesuatu hal itu buruk mungkin itulah yang terbaik buat kita saat ini dan yakinlah pasti akan ada sinar matahari setelah hujan, ada pagi hari setelah malam dan ada hrapan setelah keputusasaan.

Jalanilah hidupmu dengan usaha seakan dirimu akan hidup seribu tahun dan beribadahlah seakan hidupmu tinggal satu hari lagi.

Note: Tulisan di atas semoga bermanfaat untuk penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Monday, October 6, 2008

Kecelakaan

Sehari sebelum lebaran tepatnya tanggal hari selasa tanggal 30 September 2008, dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan istri saya yang bekerja di Watson Pondok Indah Mall 2 dengan menggunakan motor matic, saya melihat kumpulan orang dan 2 sepeda motor tergeletak di pinggir jalan. Di dalam kumpulan orang saya melihat dengan jelas sesosok tubuh tergeletak dipeluk dan ditangisi seorang pemuda, kemudian ada seorang anak kecil terduduk di pinggir jalan sambil menangis. Persamaan antara pemuda dan anak kecil tersebut adalah keduanya menangis sambil menjeritkan kata papa. Dari situ saya ambil kesimpulan bahwa sesosok tubuh tersebut adalah Ayah mereka. Saya memutuskan tidak membantu karena sudah banyak orang-orang yang membantu. Ada juga kejadian menarik yaitu seorang polisi panik dan kalah tanggap dengan orang-orang yang membantu. Orang-orang memutuskan untuk menyetop mobil untuk mengantarkan korban kecelakaan ke rumah sakit. Kejadian setelah itu yang membuat hati saya miris, dari banyaknya mobil-mobil yang berhenti adalah sebuah mobil carry yang dikendarai satu keluarga. Saya bertanya-tanya kenapa mobil-mobil yang lebih bagus tidak ada yang mau berhenti. Apakah orang-orang kaya sudah tidak mau membantu saudaranya yang sedang terkena musibah? Sudah sedemikian renggangnyakah kohesi sosial antara si kaya dan si miskin? Bagaimana cara agar kohesi sosial dapat benar ada di masyarakat kita?